Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 Februari 2012

Bahasa Indonesia Go International.??

Posted by Fatihatus Syahida 19.42, under | No comments


Bahasa Indonesia yang disebutkan dalam Sumpah Pemuda sebagai bahasa persatuan nampaknya kini mulai tersudutkan di hati masyarakat Indonesia sendiri. Fakta membuktikan bahwa sebagian masyarakat Indonesia lebih memilih untuk mempelajari Bahasa Asing dari pada bahasanya sendiri. Bahasa Indonesai hanya digunakan dalam komunikasi sehari-hari tanpa mempedulikan kaidah-kaidah yang benar. Artikel ini saya peroleh dari (http://www.garudanesia.com/bahasa-indonesia-di-mata-dunia/) yang memaparkan fakta tentang Bahasa Indonesia di dunia.

Inilah faktanya.....

Orang yang tinggal dan menetap di negara lain secara tidak langsung perbendaharaan kata bahasa internasional mereka bertambah dan secara langsung memperlancar komunikasi seseorang dengan masyarakat di negara tersebut. Hal tersebut tentunya membantu segala aktivitas dan kerja dari seseorang yang merupakan tamu atau imigran di suatu negara sehingga ia dapat hidup dan bertahan di negara tersebut. Begitu juga dengan warga asing yang ingin tinggal dan menetap di Indonesia, harus dapat menguasai bahasa Indonesia di samping menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar.

Akan tetapi, mengapa justru lebih banyak warga Indonesia yang senang atau merasa sangat eksklusif jika menggunakan bahasa asing seperti bahasa Inggris (apalagi English British Style), Prancis, Latin, Mandarin, Jepang, bahkan Korea. Hal ini tentunya sangat memprihatinkan, terlebih khusus yang senang dengan bahasa-bahasa yang telah disebutkan adalah para generasi muda. Para pemimpin juga acap kali jarang tidak menggunakan bahasa Inggris dalam setiap pertemuan, padahal yang hadir hanyalah para eksekutif-eksekutif nasional yang bekerja di wilayah Indonesia saja. Sangat ironis memang dengan keadaan masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan ataupun masyarakat yang berada di pedalaman-pedalaman wilayah Indonesia, di mana ketika kita dengan obsesi yang tinggi ingin menguasai banyak bahasa asing, mereka justru dengan susah payah ingin menguasai bahasa Indonesia yang baik dan benar agar dapat berkomunikasi dengan masyarakat lain. Pendek kata, Bahasa kita sepertinya kalah populer dengan bahasa asing lainnya.

Namun, apakah hal ini juga berlaku di negara lain? Apakah bahasa Indonesia juga mengalami hal yang sama dalam konteks internasional? Benarkah bahwa penggunaan bahasa Indonesia boleh dikatakan kalah populer di negeri sendiri dibanding dengan bahasa asing? Sebenarnya, justru sangat berbeda dengan apa yang terjadi di Indonesia sendiri. Beberapa lembaga bahasa di Amerika Serikat dan Inggris justru merencanakan bahasa Indonesia menjadi bahasa internasional ke-3 setelah bahasa Inggris dan bahasa Mandarin.

Bahasa Indonesia kini mulai dipelajari secara mendalam oleh lebih dari 50 negara di dunia. Negara-negara tersebut di antaranya adalah Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Spanyol, Belanda, Portugal, Australia, Vietnam, Jepang, dan banyak negara lainnya yang kebanyakan pernah memiliki dan akan merajut benang merah dan dengan Indonesia. Seperti halnya dengan negara tetangga jauh kita, Australia. Mungkin karena banyaknya pemuda-pemudi Indonesia yang belajar ataupun pengusaha-pengusaha asal Indonesia yang berbisnis di sana sehingga Bahasa Indonesia menempati peringkat keempat bahasa yang paling populer digunakan oleh warga Australia dan warga asing lainnya termasuk warga negara Indonesia. Di Australia, sekitar 500 sekolah, khususnya di wilayah-wilayah yang banyak ditempati oleh warga negara Indonesia, dari Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas telah menetapkan bahasa Indonesia sebagai salah satu mata pelajaran dalam kurikulum mereka. Hal ini tentu saja sangat mengejutkan bagi beberapa orang atau mungkin banyak orang, mengingat hal ini sudah terjadi sejak tahun 2007 dan masih berlanjut sampai sekarang.

Pemerintah Vietnam juga telah meresmikan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Pengantar Kedua setelah bahasa nasional mereka di Ibukota Ho Chi Minh, Vietnam pada bulan Desember 2007. Pihak pemerintah mengatakan bahwa Bahasa Indonesia disejajarkan dengan Bahasa Inggris, Prancis, dan Jepang sebagai bahasa yang diprioritaskan di kota tersebut. Konsul Jendral RI untuk Vietnam tahun 2007-2008, Irdamis Ahmad mengatakan satu hal yang membuat bahasa Indonesia begitu diminati oleh bangsa Vietnam antara lain karena kemungkinan akan hubungan bilateral antar kedua negara yang diprediksi akan sangat menguntungkan kedua pihak di masa depan. Di Amerika Serikat, negara yang dikenal sebagai negara Adi Kuasa, para pendidik mulai mengajarkan Bahasa Indonesia dalam kurikulum pendidikan yang mereka buat. Hal tersebut dilakukan karena mengingat hubungan Indonesia dan Amerika Serikat baik dari segi ekonomi maupun pendidikan sudah sangat meningkat. Juga ada beberapa rumor yang mengatakan karena Presiden Amerika Serikat Barrack Obama pernah bersekolah di Indonesia, dan juga karena dalam kunjungan beliau beberapa waktu yang lalu, beliau masih terlihat fasih berbahasa Indonesia, maka warga Amerika Serikat merasa perlu juga untuk mempelajari bahasa Indonesia mengingat beliau sudah lama meninggalkan Indonesia tapi masih fasih berbahasa Indonesia, sehingga mereka mengambil keputusan bahwa Bahasa Indonesia adalah bahasa yang sederhana dan gampang untuk dipelajari.

Lantas, benarkah bahwa bahasa Indonesia merupakan bahasa yang sederhana dan gampang untuk dipelajari? Salah satu sumber dari sebuah forum mengatakan bahwa menurut Lembaga Bahasa di Dunia, dilihat dari segi gramatikal dan kompleksivitasnya bahasa-bahasa yang dianggap paling sulit untuk dipelajari dan digunakan berturut-turut dari yang paling sulit adalah Bahasa Ibrani (Bahasa Kaum Yahudi), bahasa Yunani, bahasa Latin, bahasa Jepang, dan bahasa Korea. Sementara itu, bahasa Indonesia secara mengejutkan menempati peringkat bahasa tersulit ke-15 di dunia. Hal ini disebabkan karena terlalu banyaknya partikel dan pengindahan tata aturan bahasa dalam bahasa Indonesia. Tapi, mengapa bahasa Indonesia justru mulai dipelajari hampir di 50 negara di dunia? Mungkinkah bahasa Indonesia akan mengikuti jejak bahasa Inggris, bahasa Mandarin, bahasa Spanyol, dan bahasa Prancis yang berturut-turut merupakan bahasa internasional pertama, kedua, ketiga dan keempat di dunia?

Bukanlah hal yang mustahil jika bahasa Indonesia bisa menjadi bahasa internasional dunia atau malah menjadi bahasa peradaban dunia di masa depan, menggantikan bahasa Inggris yang sudah berakar kuat di hampir seluruh negara di dunia. Hal itu terbukti dengan banyaknya negara, hampir 50 negara yang mempelajari bahasa kita. Lebih dari 168 lembaga pendidikan formal maupun nonformal di beberapa negara yang telah memberikan pelajaran bahasa Indonesia kepada para peserta didiknya. Hal ini seharusnya dapat memberikan suatu kebanggaan tersendiri bagi warga Indonesia, mengingat penggunaan suatu bahasa secara global berpotensi menjadi bahasa internasional seperti bahasa Inggris, Mandarin, Spanyol, dan Prancis. Karena itu, dengan jumlah penduduk sekitar kurang lebih 228 juta jiwa (Sensus Penduduk Juli 2010), Indonesia sangat berpotensi mengantarkan bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional di masa depan. Hal tersebut tentunya harus dimulai dari diri kita masing-masing, pribadi lepas pribadi. Menyenangi bahasa Indonesia yang baik dan benar dan mempraktekannya dalam kehidupan sehari-hari merupakan salah satu contoh sederhana untuk meningkatkan pamor bahasa Indonesia di mata dunia. Dengan demikian, pengguna bahasa Indonesia di dunia akan semakin banyak dan banyak lagi, dan pada akhirnya akan menjadi bahasa peradaban dunia.

Selasa, 24 Januari 2012

Batubara, Untung dan Rugi?

Posted by Fatihatus Syahida 17.37, under | No comments


Energi alternatif terus dicanangkan pemerintah untuk mengatasi keterbatasan berbagai energi yang saat ini terus menipis, seperti BBM, gas, dan berbagai energi lainnya. Energi alternatif batubara merupakan energi yang masih dipakai sampai saat ini karena terbukti hemat dan mudah didayagunakan. Bisa dibuat sebagai briket sebagai bahan untuk memasak bagi ibu rumah tangga, dan juga untuk keperluan pembakaran. Batu bara atau batubara adalah salah satu bahan bakar fosil. Pengertian umumnya adalah batuan sedimen yang dapat terbakar, terbentuk dari endapan organik, utamanya adalah sisa-sisa tumbuhan dan terbentuk melalui proses pembatubaraan. Unsur-unsur utamanya terdiri dari karbon, hidrogen dan oksigen. 
Awalnya batubara dikenal pada saat revolusi Inggris dan sampai sekarang keberadaanya terus eksis dengan berbagai kegunaan dan kerusakan yang dihasilkannya. Selama ini kita seakan menutup mata akan dampak kerusakan yang dihasilkan dari penggunaan batubara sebagai sumber energi. Siklus hidup batubara mulai dari bawah tanah hingga ke limbah beracun yang dihasilkannya, biasanya disebut sebagai rantai kepemilikan. Rantai kepemilikan ini memiliki tiga rantai utama—penambangan, pembakaran, sampai ke pembuangan limbahnya. Setiap bagian dari rantai ini, menimbulkan daya rusak yang harus ditanggung bumi dan manusia didalamnya. Tentunya hal ini tidak bisa diperbaiki oleh bumi nmaupun manusia.
Potensi sumberdaya batu bara di Indonesia sangat melimpah, terutama di Pulau Kalimantan dan Pulau Sumatera, sedangkan di daerah lainnya dapat dijumpai batu bara walaupun dalam jumlah kecil dan belum dapat ditentukan keekonomisannya, seperti di Jawa Barat, Jawa Tengah, Papua, dan Sulawesi. Di Indonesia, batu bara merupakan bahan bakar utama selain solar (diesel fuel) yang telah umum digunakan pada banyak industri, dari segi ekonomis batu bara jauh lebih hemat dibandingkan solar, dengan perbandingan sebagai berikut: Solar Rp 0,74/kilokalori sedangkan batu bara hanya Rp 0,09/kilokalori, (berdasarkan harga solar industri Rp. 6.200/liter).
Penambangan batubara menimbulkan berbagai kerusakan dan ketidakseimbangan lingkungan seperti erosi tanah, penggundulan hutan, kehilangan air , polusi udara, ergusurnya tempat tinggal penduduk alami yang menimbulkan kongflik sosial. Penambangan batubara besar-besaran mengikis habis tanah, menurunkan tingkat permukaan air, dan menghasilkan jutaan ton limbah beracun,serta menggusur masyarakat adat dari tempat hidupnya dari generasi ke generasi sepanjang puluhan tahun bahkan ratusan tahun. Salah satunya ialah pulau Kalimantan yang terus dieksploitasi batubaranya.
Berbagai kerusakan akibat penambangan ini menimbulkan berbagai gangguan kesehatan dikarenakan asap dari penambangan tersebut/PLTU. Dan juga pembuangan limbah yang dilakukan secara sembarangan dan tidak memperhatikan sistem pembuangan limbah yang sesuai pada lingkungan. Limbah pembakaran batubara sangat beracun, dan membahayakan kesehatan masyarakat, tembaga, cadmium dan arsenic adalah sebagian dari zat toksik yang dihasilkan dari limbah tersebut, yang masing-masing memicu keracunan, gagal ginjal, dan kanker.
Polusi udara akibat dari pembakaran batubara merusak mata pencaharian, menurunkan panen dan memberi dampak buruk pada tangkapan ikan dan secara perlahan membunuh masyarakat. Batubara adalah kutukan bagi masyarakat yang tinggal di sekitar tambang batubara dan di bawah bayang-bayang PLTU bertenaga batubara. Membakar batubara juga mempercepat perubahan iklim yang akan berdampak pada masyarakat seluruh negri. Indonesia adalah termasuk negara yang paling rentan dan yang paling tidak siap dalam menghadapi perubahan iklim.
Pertambangan yang ditinggalkan pasca dieksploitasi habis, meninggalkan segudang masalah untuk lingkungan dan masyarakat sekitarnya. Lubang-lubang raksasa, drainase tambang asam, dan erosi tanah hanya sebagian dari masalah. Hamparan alam yang rusak adalah adalah kondisi permanen yang tak akan pernah pulih , sekeras apapun usaha yang dilakukan untuk mengembalikannya.
Sikap tegas dan upaya untuk keluar dari ketergantungan energi kotor dan membahaykan dampaknya bagi lingkungan harus segera disadari. Begitu banyak energi alternatif yang bisa didayagunakan, contohnya seperti gejala alam dari energi ombak, matahari, tumbuh-tumbuhan seperti tumbuhan jarak, sampah, dll. Energi alternatif yang ramah lingkungan bukan tiudak mungkin menjadi salah satu energi alternatif masa depan yang masih terus dikembangkan. Karena hal ini sangat sulit aplikasinya mengingat keterbatasan dan berbagai kendala. Namun, dengan usaha yang gigih, penelitian yang terus dilakukan dan tentunya dengan niat baik untuk menjaga keutuhan lingkungan dan rumah hijau bumi kita semua pasti terlaksana meski dalam jangka waktu yang lama. 

Sumber :
http://www.pantonanews.com/721-batubara-adalah--energi-kotor-